Minggu, 27 November 2011

FACEBOOK DAPAT MENGHANCURKAN MENTALITAS ANAK


Oleh : Angga Herekson  (08220098)


10 DAMPAK NEGATIF YG MEMPENGARUHI MENTALITAS ANAK
Dampak negative yang mempengaruhi mental remaja, pelajar dan anak anak. Dampak negatif facebook semakin hari semakin terasa, meski pun para facebookers banyak yang tidak menyadari akan pengaruh negatif facebook ini. Mungkin karena sudah kecanduan dengan yang namanya facebook. Tapi justru inilah yang berbahaya, yang tidak disadari. Oke buat kamu para remaja dan pelajar serta anak anak, kamu harus tahu apa saja dampak negatif dari facebook ini. Karena pengguna facebook di dominasi oleh para remaja usia 14-24 tahun sebanyak 61,1%.

1. Tidak peduli dengan sekitarnya

Orang yang sudah kecanduan facebook terlalu asyik dengan dunianya sendiri (dunia yang diciptakannya) sehingga tidak peduli dengan orang lain dan lingkungan di sekitarnya. Seseorang yang telah kecanduan facebook sering mengalami hal ini. Tidak peduli dengan lingkungan sekitar, dunianya berubah menjadi dunia facebook. Ada yang bilang autis.
mereka selalu berbuat apapun kehendak mereka demi hobi itu.
2. Kurangnya sosialisasi dengan lingkungan

Ini dampak dari terlalu sering dan terlalu lama bermain facebook. Ini cukup mengkhawatirkan bagi perkembangan kehidupan sosial si anak. Mereka yang seharusnya belajar sosialisai dengan lingkungan justru lebih banyak menghabiskan waktu lebih banyak di dunia maya bersama teman teman facebooknya yang rata rata membahas sesuatu yang nggak penting. Akibatnya kemampuan verbal si anak menurun. Tentu yang dimaksud autis di sini bukan dalam arti yang sebenarnya.

3. Menghamburkan uang

Akses internet untuk membuka facebook jelas berpengaruh terhadap kondisi keuangan (terlebih kalau akses dari warnet). Dan biaya internet di Indonesia yang cenderung masih mahal bila dibanding negara negara lain (mereka sudah banyak yg gratis). Ini sudah bisa dikategorikan sebagai pemborosan, karena tidak produktif. Lain soal jika mereka menggunakannya untuk kepentingan bisnis.Apabila mereka menggunakan untuk kepentingan bisnis maka itu sangat penting.

4. Mengganggu kesehatan

Terlalu banyak nongkrong di depan monitor tanpa melakukan kegiatan apa pun, tidak pernah olah raga sangat beresiko bagi kesehatan. Penyakit akan mudah datang. Telat makan dan tidur tidak teratur. Obesitas (kegemukan), penyakit lambung (pencernaan), dan penyakit mata adalah gangguan kesehatan yang paling mungkin terjadi.

5. Berkurangnya waktu belajar

Ini sudah jelas, terlalu lama bermain facebook akan mengurangi jatah waktu belajar si anak sebagai pelajar. Bahkan ada beberapa yang masih asyik bermain facebook saat di sekolah. Ayo ngaku..! "sorry yaw, aQ off dulu, Coz, ada guru nieh..!" Pernah menemukan yang seperti itu..?

6. Kurangnya perhatian untuk keluarga

Keluarga di rumah adalah nomor satu. Slogan tersebut tidak lagi berlaku bagi para facebookers. Buat mereka temen temen di facebook adalah nomor satu. Tidak jarang perhatian mereka terhadap keluarga menjadi berkurang. Karena itu sering anak-anak sekarang yang melawan sama orang tuanya karna facebook.

7. Tersebarnya data pribadi

Beberapa facebookers memberikan data data mengenai dirinya dengan sangat detail. Biasanya ini untuk orang yang baru kenal internet hanya sebatas facebook saja. Mereka tidak tahu resikonya menyebarkan data pribadi di internet. Ingat data data di internet mudah sekali bocor, apalagi facebook yang gampang sekali di hack!

8. Mudah menemukan sesuatu berbau pornografi dan sex
Mudah sekali bagi para facebookers menemukan sesuatu yang berbau porno dan esex esex. Karena kedua hal itu yang paling banyak dicari di internet dan juga paling mudah ditemukan. nah, inilah fakta tidak dewasanya pengguna intenet Indonesia. Hanya mengguankan internet untuk mencari konten "berlendir". Di facebook akan sangat mudah menemukan grup sex, grup tante kesepian, grup cewek bispak  dsb.

9. Rawan terjadinya perselisihan

Tidak adanya kontrol dari pengelola facebook terhadap para anggotnay dan ketidak dewasaan pengguna facebook itu sendiri membuat pergesekan antar facebookers sering sekali terjadi.Contoh paling fenomenal adalah kasusnya "Evan Brimob" beberapa waktu lalu. Kalao kamu nggak tahu Evan Brimob, beeuuh, ketinggalan berita nih..! Evan Brimob adalah seorang anggota kepolisian yang baru kenal facebook. Silakan dicari aja di google mengenai Evan Brimob dengan statementnya yang kontroversi: "Polisi nggak butuh masyarakat".
10. Awas penipuan..!

Seperti media media lainnya, facebook juga rawan terhadap penipuan. Apalagi bagi anak anak yang kurang mengerti tentang seluk beluk dunia internet. Bagi si penipu sendiri, kondisi dunia maya yang serba anonim jelas sangat menguntungkan.

Setelah kamu tahu dampak nagatif facebook, nggak salah dong, untuk  lebih berhati hati dan menggunakannya secara wajar..!

  DAMPAK PENGGUNA FACEBOOK
Chairul huda Dengan teknologi, hidup menjadi mudah, dan dengan seni hidup menjadi indah. Tentu kita semua setuju dengan kata-kata tersebut,bukan? Kemudahan teknologi tidak hanya untuk dilihat, bergaya, atau dirasakan saja. Teknologi juga dapat digunakan sebagai sarana untuk meraih kesuksesan dalam hidup ini. Contoh saja seorang pengusaha mempromosikan produknya melalui internet.
Dari internet berbagai informasi dapat diketahui dan berbagai program dapat diikuti. Misalkan, facebook. Sebagai salah satu jejaring sosial yang sangat maju, tentu banyak peminat yang bergabung untuk mencoba menjalahi dunianya. Salah satunya pelajar, mungkin dari kebanyakan pengguna facebook itu Sendiri berasal dari pelajar.
Tentu ini menimbulkan pertanyan tersendiri, apakah tidak akan terganggu proses belajar pelajar dengan adanya akun facebook? Mungkin dampak negatif lebih banyak ketimbang dampak negatif. Contoh dari dampak negatifnya, bisa menjalin ukhwah islamiyah sesama muslim dari berbagai belahan dunia, saling kenal-mengenal antar sesama makhluk Allah, dan masih banyak lain yang mengarah kekemajuan pada diri seseorang. Sedangkan contoh dari dampak negatifnya, belajar seorang siswa bisa terhambat dengan online di facebook, membuka aib seseorang, lalai, dan segala sesuatu yang merugikan.
sekitar 8 bulan yang lalu ·


DAFTAR PUSTAKA
  • http://gen22.blogspot.com
  • http://www.facebook.com

ANTISOCIAL BEHAVIOR

Oleh : Mien Julian Aldinata (08220142)

Mengetahui pesatnya laju perkembangan bidang teknologi, khususnya teknologi informasi dan komunikasi pada dekade terakhir membawa perubahan serta dampak yang teramat besar di bidang kehidupan termasuk sosial dan psikologis. Disini saya mencoba untuk lebih memahami salah satu dampak yang dapat ditimbulkan dari penyalahgunaan komputer yang menjadi salah satu wujud dari perkembangan teknologi itu sendiri, adalah antisocial behavior dimana pengguna komputer tersebut tidak lagi peduli kepada lingkungan sosialnya dan cenderung mengutamakan komputer. Selain itu, pengguna komputer tersebut tidak peduli lagi apa yang terjadi disekitarnya, satu satunya yang dapat menarik perhatiannya hanyalah komputer saja. Orang akan menjadi lebih jarang berinteraksi dengan lingkungan di sekitarnya, sehingga kemampuan interpersonal dan emosionalnya tidak berkembang secara optimal. Hasil penelitian Stonford Institution for The Quantitative of Society menyimpulkan bahwa semakin sering seseorang menggunakan internet, maka semakin kurang kontaknya dengan lingkungan sekitar (dalam Suara Pembaharuan, 2/9/2001). Lama kelamaan, seseorang akan sulit menjalin komunikasi dan membangun relasi dengan orang-orang disekitarnya. Bila hal tersebut tidak segera ditanggulangi akan menumbulkan dampak yang sangat buruk, yang dimana manusia lama kelamaan akan sangat individualis dan tidak akan ada lagi interaksi ataupun sosialisasi.
Antisocial behavior dapat ditanggulangi atau diminimalisasikan dengan menciptakan kesadaran dari diri sendiri akan dampak buruk dari antisocial behavior dan mulai memperbanyak kegiatan di luar rumah dengan keluarga atau kerabat terdekat, seperti olahraga bersama, traveling, hang out bersama teman, dll. Peran aktif dari kerabat terdekat atau pun keluarga  sangatlah diperlukan disini, untuk memberikan perhatian lebih dan pengaruh positif terhadap si penderita. Dengan begitu seseorang akan merasakan bahwa sosialisasi dengan sesamanya merupakan suatu kebutuhan yang juga juga tidak kalah pentingnya selain kebutuhannya akan komputer.

PENGARUH MEDIA ELEKTRONIK BAGI KEHIDUPAN MANUSIA


Indra Fahmi R (08220139)

A.Pendahuluan
Komputer merupakan salah satu media elektronik yang sangat canggih. Di komputer terdapat program internet. Karena dengan komputer program internet tersebut dapat dioperasikan. Bahkan hampir semua orang menggunakan komputer sebagai sarana mengoperasikan program internet. Internet juga tidak kalah canggihnya dengan sarananya itu sendiri. Akhir-akhir ini justru internetlah yang lebih berkembang. Berjuta orang menggunakan internet untuk berbagai keperluannya, mulai keperluan pribadi, organisasi, sampai keperluan dinas, karena dinilai ineternet ini lebih praktis.
Perkembangan sarana komunikasi dan teknologi komunikasi elektronik saat ini memang begitu dasyatnya, di berbagi kalangan masyarakat perkotaan hingga pedesaan dan di negara maju maupun terbelakang telah tersentuh kemajuan dunia komunikasi ini. Hadirnya kemajuan telepon menjadi handphone hingga hadirnya teknologi elektronik yang sering disebut gedget sangat merata di belahan dunia ini. Kejadian yang terjadi di belahan dunia dapat diketahui oleh masyarakat dunia hanya dalam hitungan detik, hal ini menjadi salah satu nilai positif yang dapat dipetik dari perkembangan teknologi ini. Nilai negatif tentunya juga berjalan beriringan dengan adanya penyalahgunaan media-media elektronik bahkan kemajuan perkembangan teknologi ini.
Pada satu sisi, perkembangan dunia iptek yang demikian mengagumkan itu memang telah membawa manfaat yang luar biasa bagi kemajuan masyarakat. Dalam dunia bisnis iptek sangat berpengaruh yang sebelumnya menuntut kemampuan fisik yang cukup besar, kini relatif sudah bisa digantikan oleh perangkat mesin-mesin otomatis, Demikian juga ditemukannya formulasi-formulasi baru kapasitas komputer, seolah sudah mampu menggeser posisi kemampuan otak manusia dalam berbagai bidang ilmu dan aktifitas manusia. Iptek yang telah kita capai sekarang benar-benar telah diakui dan dirasakan memberikan banyak kemudahan dan kenyamanan bagi kehidupan umat manusia.
Internet menjadi salah satu kebutuhan penting bagi masyarakat tanpa melihat dampak yang timbul yang terpenting informasi apa yang diinginkan terpenuhi. Tidak hanya msayarakat kota saja yang mengenal internet di pelosok desa pun sudah mengenal internet karena berbagai penyuluhan atau kegiatan dari pemerintah untuk masyarakat dalam pengenalan internet sudah semakin berjalan
B. Pembahasan
Media elektronik memang sangat bermanfaat bagi kehidupan, apalagi di zaman sekarang, segala hal bisa dilakukan dengan media elektronik, media elektronik juga sangat berpengaruh bagi masyarakat khususnya pekerja kantoran serta para pelajar sekolah, pekerja kangtoran sangat membutuhkan media ini untuk mengerjakan tugas-tugas di kantornya, sedangkan bagi pelajar, mereka menggunakan media tersebut untuk mengerjakan tugas sekolahnya
Di negara kita ini sudah mulai banyak sekolah-sekolah yang memamfaatkan internet sebagai sarana penting dalam kegiatan pembelajaran. Dengan semakin banyaknya pengguna internet lebih-lebih dalam penggunaan word wide web dan e mail, mereka semakin menyatu dengan program canggih itu. Bagi mereka internet sudah termasuk bagian kehidupannya.
Teknologi internet saat ini telah menjadi besar sebagai alat informasi dan komunikasi yang tidak dapat lagi diabaikan. Dimana internet memiliki tingkat kecepatan dan interaksi yang dapat dinikmati penggunanya untuk menyiarkan pesannya tanpa harus terlebih dahulu memikirkan jarak geografis yang jauh. Hal-hali tersebut dapat terlihat dari semakin banyaknya orang yang lebih memilih mengirim surat atau laporan memlaui email, orang-orang yang lebih memilih belanja online daripada datang langsung ketoko. Dalam dunia pendidikan pula, teknologi internet hadir sebagai media yang sangat multifungsi. Berbagai peranan internet antara lain sebagai akses kesumber informasi, alat bantu pembelajaran, fasilitas pembelajaran dan sebagai infrastruktur system informasi dalam institusi lembaga pendidikan. Berbagai peranan ini dinilai sangat penting karena dapat meningkatkan arus informasi dengan sangat cepat dan menjadi poin utama bagi perkembangan pendidikan di Indonesia di era global saat ini.
Media elektronik juga memiliki banyak pengaruh positif maupun negatif bagi masyarakat,  dampak negatifnya kesehatan terganggu yakni terlalu banyak menghadap komputer. Tidak sedikit remaja yang bejat moralnya, malas belajar karena hampir semua waktunya untuk keperluan hura-hura melalui internet. Lebih-lebih remaja atau pelajar yang tanpa malu atau takut membuka situs-situs porno. Di balik semua dampak buruk yang timbul karena media internet, juga banyak dampak Positif yang di timbulkan media internet. Misalnya sebagai sumber informasi, media komunikasi, e-commerce, media promosi, pengisian dan query data. Internet sebagai sumber menggali infomasi. Melalui internet, kita dapat mengakses infomasi globa baik pada lembaga internasional seperti FAO, USDA, IMF maupun lembaga nasional seperti BPS, LIPI dan Universitas.
Dampak negative teknologi internet yang sangat dikhawatirkan adalah semakin tingginya sikap individualitas antara manusia, dimana hal ini dapat mengurangi interaksi personal secara langsung di kehidupan sehari-hari yang tanpa disadari dengan sendirinya membentuk kerenggangan dalam hubungan social dan kualitas dalam kepekaan social juga akan tumpul karena terlalu seringnya menggunaka perantara( teknologi internet dalam berkomunikasi). Dampak lain yang timbul karena teknologi internet adalah dampak psikologi pada manusia. Diantaranya adalah perubahan interaksi antara manusia dan penggusuran manusia itu sendiri. Pada interaksi manusia, dengan kehadiran computer yang terkoneksi dengan internet pada kehidupan rumah tangga golongan menegah keatas ternyata telah merubah interaksi keluarga tersebut. Program internet, email dan internet relay chatting (IRC) telah membuat setiap orang asyik dengan kehidupannya sendiri. Selain itu dengan tersedianya berbagai macam warung internet atau biasa dikenal dengan internet telah membuat pelaung pada banyak orang yang tidak memiliki computer dan saluran internet sendiri untuk berkomunikasi dengan orang lain dengan mudah. Inilah yang menimbulkan apakah kematangan social seseorang datang lebih awal atau terlambat.
Kesimpulan
Setiap teknologi yang ada didunia ini memang memiliki efek positif terhadap kehidupan manusia, tetapi juga ada efek negative terhadap kehidupan dari teknologi yang ada saat ini. Semua efek-efek tersebut sangat tergantung dari tiap individu dalam menggunakan teknologi tersebut, individu tersebut dapat memanfaatkan teknologi tersebut dengan cukup baik untuk kebaikkan dirinya atau indvidu tersebut justru tidak dapat menggunakan teknologi tersebut demi kebaikkannya. Jika dapat memanfaatkan teknologi dengan baik maka individu tersebut akan diterima dilingkungan kehidupan sebagai individu yang memiliki nilai lebih yang dapat dipertanggungjawabkan, tetapi jika tidak dapat memanfaatkan teknologi tersebut maka individu tersebut akan tergusur dengan perkembangan teknologi yang semakin maju dan tidak aka nada yang menilainya sebagai individu yang patut diperhitungkan dalam kehidupan. Pada prinsipnya perkembangan teknologi biarlah berjalan mengikuti kemajuan kepandaian seseorang.
Daftar Pustaka
http://saba809.blogspot.com/2011/01/pengaruh-internet-dalam-kehidupan.html
http://www.telaga.org/blog/dampak_media_bagi_karakter_anak

DIFUSI INOVASI

Oleh : Toha Yuafiq (08220132) 
   
PENDAHULUAN
Seiring dengan perkembangan teknologi komunikasi suatu organisasi dalam rangka menjalankan tugasnya serta  mewujudkan visi dan misinya antara lain dilakukan dengan menerapkan teknologi komunikasi sebagai salah satu media dalam pengelolaan informasi. Penerapan teknologi suatu organisasi disebabkan oleh beberapa hal yang berbeda satu sama lain, antara lain : kebutuhan dan kepentingan organisasi itu sendiri, kebijakan pemerintah atau paksaan dari negara-negara maju.
Dalam penerapan teknologi komunikasi perlu memperhatikan struktur organisasi yang menampung hasil inovasi baru, kemampuan teknis sumber daya manusia dan budaya yang ada dalam organisasi.

Dengan tidak adanya wadah yang menampung hasil inovasi berpengaruh pada proses difusi inovasi yang menimbulkan kecendrungan untuk menolak karena individu merasa tidak jelas dalam melakukan aktivitas yang berkaitan dengan hasil inovasi yang telah diadopsi oleh organisasi.  Selain itu penolakan ataupun keterlambatan penerimaan disebabkan adanya budaya dan kemampuan teknis. Budaya yang ada dan telah lama berkembang serta menjadi kepercayaan yang merupakan pegangan bagi setiap anggota organisasi. Dengan kondisi tersebut masuknya budaya yang dibawa oleh teknologi yang diadopsi menimbulkan pro dan kontra di tengah – tengah suatu masyarakat. Pro dan kontra tersebut tercermin dalam berbagai sikap dan tanggapan dari anggota masyarakat yang bersangkutan, ketika proses yang dimaksud berlangsung di tengah – tengah mereka. Sedangkan kemampuan teknis yang dimiliki oleh sumber daya manusia dalam kondisi tidak terlatih untuk menggunakannya.
Menurut Rogers (1995: 375), organisasi dibuat untuk menangani tugas-tugas rutin dalam skala besar melalui suatu aturan tentang hubungan antar manusia. Struktur diperlukan untuk menampung hasil inovasi, selain itu dapat menjadi penghubung antara satu inovasi dan inovasi yang lain sehingga dapat saling terkait yang pada akhir akan terintegrasi secara ke sisteman.

UNSUR DIFUSI INOVASI 
Menurut Everett M. Rogers (1995:10)  difusi (penyebarserapan) inovasi  terdiri dari unsur – unsur :
1.       inovasi (inovation),
2.       saluran komunikasi (communication channels),
3.       waktu (time),
4.       sistem sosial (social system).
              
Inovasi merupakan suatu ide, cara – cara ataupun objek yang dioperasikan oleh seseorang sebagai sesuatu yang baru. Baru tidaklah semata – mata dalam ukuran waktu sejak ditemukannya atau pertama kali digunakannya inovasi tersebut. Menurut Rogers,(1995) kebaruan dalam persepsi atau kebaruan subjektif hal yang dimaksud bagi seseorang, yang menentukan reaksinya terhadap inovasi tersebut. Pengertian ”baru”-nya suatu inovasi tidak mesti sebagai pengetahuan baru pula. Sebab jika suatu inovasi telah diketahui oleh seseorang untuk jangka waktu tertentu, namun individu itu belum memutuskan sikap apakah menyukainya atau tidak, belum pula menyatakan menerima atau menolak, maka baginya hal itu tetap suatu inovasi. Jadi, kebaruan inovasi tercermin dari pengetahuan, sikap, ataupun putusan terhadap inovasi yang bersangkutan. Dengan begitu, bisa saja sesuatu yang disebut sebagai inovasi bagi suatu masyarakat, namun tidak lagi dirasakan sebagai hal yang baru oleh orang atau masyarakat lainnya. Suatu inovasi biasanya terdiri dari dua komponen, yakni komponen ide dan komponen objek (aspek material atau produk fisik dari ide). Setiap inovasi memiliki komponen ide, namun banyak juga yang tidak mempunyai rujukan fisik. Penerimaan terhadap suatu inovasi yang memiliki kedua komponen tersebut memerlukan adopsi berupa tindakan (action). Sedang untuk inovasi yang hanya mempunyai komponen ide, penerimaannya pada hakekatnya lebih merupakan suatu putusan simbolik. Sehingga penerimaan terhadap suatu inovasi dalam organisasi tergantung dari proses inovasi yang dilakukan.
Saluran komunikasi (communication channels), digunakan untuk menyebarluaskan inovasi yang telah diadopsi oleh organisasi kepada masyarakat ataupun kepada anggotanya. Saluran komunikasi yang digunakan untuk penyebarluasan inovasi kepada masyarakat luas dilakukan melalui media elektronik, media cetak maupun media baru.    Saluran komunikasi untuk penyebarluasan inovasi dalam organisasi dilakukan melalui komunikasi organisasi  mengacu kepada struktur yang ada dalam organisasi secara hirarkhi sedangkan komunikasi interpersonal, dilakukan antar sesama karyawan maupun dengan  atasan dalam bentuk tatap muka, seperti forum sosialisasi atau diklat/kursus. Waktu,  selain itu dalam penyebarserapan inovasi kepada karyawan diperlukan adanya waktu dan  adanya pemahaman terhadap sistem sosial yang ada dalam organisasi seperti budaya. Setiap budaya mengembangkan harapan-harapan yang tertulis maupun tidak tertulis tentang perilaku (aturan dan norma-norma) yang mempengaruhi para anggota budaya itu. Tetapi orang – orang tidak hanya dipengaruhi oleh budaya tersebut, mereka menciptakan budaya.
Sistem Sosial,  setiap organisasi memiliki satu budaya atau lebih yang memuat perilaku-perilaku yang diharapkan – tertulis atau tidak tertulis. Budaya suatu kelompok dapat digolongkan sebagai ”seperangkat pemahaman atau makna yang dimiliki bersama oleh sekelompok orang(Pace and Faules, 1993: 91). Makna tersebut pada dasarnya diakui secara diam-diam oleh para anggotanya, jelas relevan bagi kelompok tertentu  dan khusus untuk kelompok tersebut. Dengan demikian budaya yang meliputi interaksi selama beberapa waktu, harapan-harapan perilaku, membentuk dan dibentuk, sifat-sifat khas yang memisahkan sebuah budaya dengan budaya lainnya.
.      
 KARAKTERISTIK  DIFUSI INOVASI
Dalam difusi inovasi, ada lima karateristik yang menandai setiap gagasan atau cara baru, diterima oleh masyarakat (Rogers, Everett  M,1995 :15), yaitu :
1.       Keuntungan – keuntungan relatif (relative advantages),  yaitu apakah cara – cara atau gagasan baru ini memberikan sesuatu keuntungan relatif bagi mereka yang kelak menerimanya.
2.       Keserasian (compatibility); yaitu apakah inovasi yang hendak di difusikan itu serasi dengan nilai – nilai, sistem kepercayaan, gagasan yang lebih dahulu diperkenalkan sebelumnya, kebutuhan, selera, adat – istiadat dan sebagainya dari masyarakat yang bersangkutan.
3.       Kerumitan (complexity); yakni apakah inovasi tersebut dirasakan rumit. Pada umumnya masyarakat tidak atau kurang berminat pada hal-hal yang rumit, sebab selain sukar untuk dipahami, juga cenderung dirasakan merupakan tambahan beban yang baru.
4.       Dapat dicobakan (trialability); yakni bahwa sesuatu inovasi akan lebih cepat diterima, bila dapat dicobakan dulu dalam ukuran kecil sebelum orang terlanjur menerimanya secara menyeluruh. Ini adalah cerminan prinsip manusia yang selalu ingin menghindari suatu resiko yang besar dari perbuatannya, sebelum ”nasi menjadi bubur”.
5.       Dapat dilihat (observability); jika suatu inovasi dapat disaksikan dengan mata, dapat terlihat langsung hasilnya, maka orang akan lebih mudah untuk mempertimbangkan untuk menerimanya, ketimbang bila inovasi itu berupa sesuatu yang abstrak, yang hanya dapat diwujudkan dalam pikiran, atau hanya dapat dibayangkan. Kelima karakteristik tersebut menentukan bagaimana tingkat penerimaan terhadap sesuatu inovasi yang di difusikan di tengah – tengah suatu masyarakat.


Menurut Arnold Pacey (1983: 6) praktek teknologi dipengaruhi oleh  aspek budaya, aspek organisasi dan aspek teknik. Ketiga aspek tersebut harus selalu ada tanpa satupun bisa ditinggalkan. Kalau ada salah satu aspek yang diabaikan, maka teknologi tersebut dalam perkembangannya hanya akan menjadi teknologi yang gagal diterapkan. Interaksi ketiga aspek tersebut membentuk dua (2) lapisan (Pacey, Arnold, 1983: 49) yaitu lapisan pemakai (user sphere) dan lapisan keahlian (expert sphere). 
Implikasi yang disebabkan oleh ketiga aspek terhadap proses implementasi dari suatu inovasi teknologi komunikasi perlu diperhitungkan, sehingga kemampuan dan pemahaman yang telah ada dapat diamanfaatkan dalam melakukan suatu inovasi. Untuk itu dalam melakukan adopsi suatu inovasi, agar  dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan. Hal ini mengingat difusi inovasi tidak dapat terjadi secara serempak mengingat sumber daya yang ada dalam ketiga aspek tersebut  mempunyai kemampuan yang berbeda.

PENERIMAAN INOVASI              
Penerimaan suatu inovasi  seseorang atau organisasi dilakukan melalui sejumlah tahapan yang disebut tahap putusan inovasi (Rogers, Everett M, 1995: 20), yaitu
1. Tahap pengetahuan (knowledge). Tahap di mana seseorang sadar, tahu, bahwa ada sesuatu inovasi.
2. Tahap bujukan (persuasion). Tahap ketika seseorang sedang mempertimbangkan atau sedang membentuk sikap terhadap inovasi yang telah diketahui tadi, apakah ia menyukainya atau tidak.
3. Tahap putusan (decision). Tahap dimana seseorang membuat putusan apakah menerima atau menolak inovasi yang dimaksud.
4. Tahap implementasi (implementation). Tahap seseorang melaksanakan keputusan yang telah dibuatnya mengenai sesuatu inovasi.
5. Tahap pemastian (confirmation). Tahap seseorang memastikan atau mengkonfirmasikan putusan yang telah diambilnya tersebut.


DAFTAR PUSTAKA
Pacey, Arnold.,(1983), The Culture of Technology. Massachusetts :    The MIT    Press.
Rogers, Everett M (1995), Diffusion of Innovations.—Fourth Edition.    New York : The       Free Press.
http://tonz94.wordpress.com/2008/12/22/difusi-inovasi/